Monday, December 3, 2012

Karya cipta yang sudah dipatenkan


1.Helm Berpendingin (Linus Nara Pradhana )
       
nomor paten S00E01100236







Surabaya- Siswa kelas 1 SMP Kristen Petra 5, Jalan HR Muhammad, Surabaya membawa pulang medali emas kompetisi IEYI (International Exhibition for Young Inventors) Thailan pada 28-30 Juni lalu. Dari enam pelajar Indonesia yang dikirim ke Thailand, pelajar bernama lengkap Linus Nara Pradhana ini sukses menyabet medali emas di kompetisi IEYI 2012 Thailand.
Dengan Gel Coated Helmet (helm berpendingin) karyanya, bocah 13 tahun itu sukses menyisihkan 206 pelajar SMP di seluruh negara, yang ikut berkompetisi. Sukses Nara meraih prestasi di kancah internasional, menjadi suatu kebanggaan khusus bagi para pengajar SMP Kristen Petra 5 Surabaya.
Dia membuat helm atau pelindung kepala dengan sistem pendingin di dalamnya. Ini membuat pengendara yang mengenakan helm tetap nyaman meski suasana sekitarnya panas terik.

Karya Linus itu kabarnya sudah dipatenkan. Harapannya, Agustus nanti, prototipe helm ini sudah jadi dan siap dipasarkan. Sebuah perusahaan helm di Surabaya tertarik mengadopsi helm berpendingin ini.
Karya Nara juga telah dipatenkan setahun lalu dengan nomor paten S00E01100236.


Helm berpendingin yang diklaim bisa menurunkan suhu panas hingga 21% itulah yang diciptakan oleh anak yang baru berusia 12 tahun asal kota Pahlawan Surabaya ini.
Penampang (wadah) bagian atas dan bawah terbuat dari bahan ABS High Impact yang biasanya dipakai bodi kit untuk mobil. Kemudian di bagian tengah diisi dengan gel Sodium Polyacrylate yang biasanya dipakai pada diapers anak-anak.Penampang atau wadah buat gel hanya diletakkan di bagian tempurung belakang helm.
Sistem kerjanya tidak terlalu rumit. Dari bahan gel Sodium Polyacrylate tadi, nantinya akan diberi air supaya gelmenjadi basah. “Pendingin atau gel tidak perlu diganti, asalkan menggunakan air dengan kualitas yang bagus sehingga mampu meminimalisir panas karena terik matahari,”

Jadi, dengan kata lain, gel bertugas menyerap air yang berfungsi untuk menetralisir panas. Keuntungannya selain tidak menimbulkan suara riak air seperti yang sebelumnya ia terapkan pada IEYI tahun lalu, volume air yang dipakai juga hanya sedikit. Sehingga tidak membuat helm jadi berat.


2. Minuman kesehatan kulit manggis
nomor ID P0028639 B





Temuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat terkait minuman kesehatan dari kulit buah manggis sudah dipatenkan Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia pada Juni 2011.

“Alhamdulillah pada Juni 2011 temuan BPTP minuman yang terbuat dari kulit Manggis sudah dipatenkan,” kata Kepala BPTP Sumbar Prama Yufdi didampingi peneliti temuan minuman kesehatan kulit manggis, Kasma Iswari, di Arosuka, Senin.

Menurut Prama Yufdi, pengajuan untuk hak paten tersebut sudah dilakukan sejak 2006, setelah penantian panjang dari Kemenkum HAM akhirnya permintaan tersebut dikabulkan dengan nomor ID P0028639 B, 30 Juni 2011.
Dikatakannya, setelah dihakpatenkan temuan itu dilisensikan kepada PT Zena Nirmala Sentosa yang berproduksi di Bogor dengan sistem royalti.
“Karena kita tidak mungkin untuk memasarkannya, makanya hak paten tersebut kita lisensikan kepada pihak PT 
Zena Nirmala Sentosa agar kemudian bisa dipasarkan untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Ditambahkannya, proses penelitian minuman yang dibuat dari bahan baku kulit buah manggis itu sudah dimulai sejak 2005 dengan melibatkan setidaknya 40 orang tenaga ahli dari BPTP Sumbar.
Menurut dia, sari kulit buah manggis memiliki kandungan xanthon (kumpulan senyawa) yang diprediksi bisa mencegeah tumbuhnya kanker, tumor.

Selain itu, dalam sari kulit Manggis itu terdapat banyak vitamin, yaitu vitamin A, semua vitamin B, kalsium, dan sebagainya.
Sementara oleh perusahaan yang memasarkan produk tersebut sari kulit buah manggis diproduksi berbentuk kapsul dan jamu.
“Informasi terakhir yang saya ketahui semua proses perizinannya sudah rampung, berkemungkinan dalam Maret 2012 sudah bisa dipasarkan,” katanya.


3. Penggunaan Zeolit Alam Sebagai Pengkaya Oksigen Untuk Menaikkan Efisiensi Pembakaran Kompor Minyak Tanah

No Paten. P00200300465






Kebutuhan minyak tanah yang semakin tinggi perlu mendapat perhatian karena cadangan minyak yang semakin terbatas. Salah satu upaya menurunkan kebutuhan minyak tanah ialah dengan menaikkan efisiensi pembakaran pada kompor minyak yang saat ini mempunyai efisiensi sangat rendah yaitu kurang dari 20%. Rendahnya efisiensi terutama akibat rendahnya konsentrasi oksigen pada udara pembakaran. Kenaikan 1% oksigen pada udara pembakaran dapat menaikkan efisiensi pembakaran sampai 2%. Teknik pengayaan oksigen te1ah dikenal di dunia teknik kimia dengan proses pressure swing adsoption (PSA). Metode itu memerlukan biaya besar sehingga sulit diaplikasikan pada teknologi kerakyatan.

Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pengaya oksigen yang dibuat dari zeolit alam dan dipasang di sekeliling tiang sumbu kompor. Zeolit alam yang telah dimodifikasi agar memiliki kation Ca, akan mengadsorbsi nitrogen dari udara pembakaran yang mengalir ke dalam kompor sehingga konsentrasi oksigen di udara pembakaran menjadi lebih tinggi dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu petukaran ion dan optimasi kondisinya untuk memasukkan Ca ke dalam zeolit alam; uji AAS dan adsorbsi se1ektif untuk menentukan kadar Ca optimum; pembuatan alat pengaya oksigen untuk kompor; optimasi dimensi lubang dan tebal alat pengaya oksigen; pembuatan prototipe alat pengaya oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pertukaran ion telah menghasilkan kadar Ca maksimum dalam zeolit sehingga sangat se1ektif terhadap adsorbsi nitrogen.

 Ca-zeolit ini selanjutnya dicetak menjadi alat pengaya oksigen. Terhadap protipe alat pengaya oksigen, dilakukan optimasi ukuran lubang yang dapat memberikan peningkatan maksimum terhadap konsentrasi oksigen. Sebuah prototipe alat pengaya oksigen telah dibuat dan diuji yang menunjukkan bahwa alat tersebut dapat meningkatkan konsentrasi oksigen sampai 2,3% dan menaikkan efisiensi pembakaran kompor minyak tanah sebesar sekitar 2%. Desain dan metode pembuatan alat pengaya oksigen telah didaftarkan ke Kantor Paten untuk mendapatkan perlindungan. 



4. Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jarak Pagar dengan Proses Esterifikasi - Transesterifikasi


(Nomor Paten : ID P0027952, Inventor: Prof.Dr.Ir.H. Sudarajat, M.Sc)


http://4.bp.blogspot.com/-c9yYxarAes8/ULrn18UoJBI/AAAAAAAAAFM/hOZC0ESnS-I/s1600/biodiesel.jpg

Proses Pembuatan Biodiesel dari Jatropha curcas
a.     Reaksi Esterifikasi
Crude Jatropha Oil  (CJO) mempunyai komponen utama berupa trigliserida dan asam lemak bebas. Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi). Penghilangan asam lemak bebas ini dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. 
Pada reaksi ini asam lemak bebas direaksikan dengan metanol menjadi biodiesel sehingga tidak mengurangi perolehan biodiesel.
Tahap ini menghasilkan Jatropa Oil (JO) yang sudah tidak mengandung asam lemak bebas, sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi.

b.     Reaksi Transesterifikasi
Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. 
Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin).
Sampai tahap ini, pembuatan biodiesel telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar yang mengurangi pemakaian solar.
Kementerian Kehutanan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kehutanan untuk pertama kalinya mempatenkan empat hasil penelitian, salahnya tentang Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jarak Pagar dengan Proses Esterifikasi - Transesterifikasi (Nomor Paten : ID P0027952, Inventor: Prof.Dr.Ir.H. Sudarajat, M.Sc).


5. Perekat Tanin untuk Produk Perkayuan 
(Nomor Paten : ID P0028142, Inventor : Prof.Dr.Drs. Adi Santoso, M.Si)




http://2.bp.blogspot.com/-dVFskOaZin4/ULroYjS-xlI/AAAAAAAAAFU/NaY7vRj2HXE/s200/lem+kayu.gif

Produk perekat tannin berbahan dasar alami kulit kayu mangium, yaitu TA 3002, TP 3041 dan TR 3051. Ketiganya diciptakan untuk menggantikan perekat sintesis berbasis phenolik dan resorsinol yang selama ini diimpor.

Prof.Dr.Ir.Bambang Subiyanto, MSc Peneliti dari LIPI mengulas “Lem kayu lapis dari limbah PULP “ dalam Siaran IPTEK VOICE,di RRI Pro 4 ,92.8 FM , Rabu 16 Juni 2010, pukul 08.30 – 09.00WIB .
Bambang Subiyanto menjelaskan bahwa kayu lapis terbuat dari kayu yang sudah diiris menjadi lembaran kemudian di lembaran demi lembaran itu direkatkan dengan lem yang biasa di masyarakat dikenal dengan Polywood, Polywood ini banyak di export ke luar negeri dan ada juga di dalam negeri biasa di pakai di industri furniture. Dalam proses produksi kayu lapis penggunaan lem perekat merupakan biaya produksi utama, dan selama ini masih menggunakan lem perekat standar .Lem perekat kayu lapis di Indonesia ada 2 jenis yaitu UF (Urea Formaldehid) dan VF (VenolFormaldehid) namun yang banyak di pakai adalah lem perekat UF (Urea Formaldehid) yang hasil dari limbah petroleum dari hasil tambak.

Ia juga mengatakan bahwa pada prinsipnya lem perekat UF (Urea Formaldehid) ini sering memancarkan emisi yaitu Gas Formalin, hal ini tidak baik untuk kesehatan oleh sebab itu lem ini harus dicampur dengan limbah kulit kayu untuk mengurangi gas formalin yang beracun tersebut.
Pohon kayu akasia (Acacia Mangium) yang ditanam di hutan industri bisa tumbuh 6 tahun sudah bisa di tebang, karena tumbuhan ini cepat tumbuh , berbeda dengan tanaman pohon jati yang sampai puluhan tahun. 

Dari limbah kulit kayu akasia (Acacia Mangium) ini dapat digunakan untuk bahan Lem perekat kayu lapis, ada beberapa keuntungan dari pemanfaatan limbah kulit kayu ini yaitu:
1.                   Dapat mengurangi emisi gas Formalindehida
2.                   Dapat meningkatkan nilai tambah dari limbah itu sendiri
3.                   Dapat menguraingi biaya produksi kayu lapis

Proses pembuatan lem perekat kayu ini yaitu limbah kulit kayu digiling sampai menjadi serbuk yang halus seperti powder kemudian lem UF ( Urea Formaldehid) yang biasanya cair dicampur dengan serbuk kayu tadi, hal ini pernah dilakukan sampai pencampuran 10-60 % dan hasilnya setelah diujikekuatan lem ini tidak berkurang , disamping dapat menekan jumlah limbah emisi gas formalin, juga dapat menekan dari biaya produksi kayu lapis.


6. Alat Ukur Diameter Pohon
( Nomor Paten : ID S0001084, Inventor : Wesman Endom, M.Sc dan Yayan Sugilar ) atau disebut alat ukur Wesyan.



http://4.bp.blogspot.com/-1yqo4qr-1i0/ULrohw27_XI/AAAAAAAAAFc/QLh9YN3VWEY/s400/ukur+kayu.png


Alat ukur Wesyan tersebut memungkinkan pengukuran pohon berdiameter besar dan berbanir di lapangan dapat dilakukan oleh satu operator dengan lebih mudah dan tingkat ketelitian terjaga.

Alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur diameter pohon misalnya pita keliling dan garpu pohon hanya praktis digunakan untuk mengukur
pohon berdiameter kecil dan tidak memiliki banir.
Alat ukur diameter pohon Wesyan berbentuk menyerupai gunting, terdiri
atas bilah pertama (10), bilah kedua (20), komponen penyatu (30) yang
menyatukan bilah pertama dan bilah kedua pada satu titik, sehingga bilah
pertama dapat digerakkan secara relatif terhadap bilah kedua atau
sebaliknya, dimana jarak antara ujung bilah pertama ke komponen penyatu
sama dengan jarak bilah kedua ke komponen penyatu.
Skala alat ukur diameter (40) yang terpasang secara tetap pada salah satu
bilah pertama atau bilah kedua, dan komponen pembaca (50) yang terpasang
pada salah satu bilah yang padanya skala ukur tidak terpasang, dimana
komponen pembaca  tersebut mempunyai lubang tembus  untuk dilalui skala
ukuran diameter.
Alat ukur diameter pohon Wesyan ini dapat dibuat dengan perhitungan sederhana,
yakni perbandingan jarak dan sudut tolak belakang. Dengan prinsip ini diameter
yang diukur akan sebanding dengan skalanya.

Dalam penetapan besarnya diameter pohon, posisi pengukuran sangat berpengaruh
terhadap hasil penghitungan pendugaan volumen pohon. Di AS, diameter pohon
berdiri diambil pada ketinggian 4,5 kaki atau setinggi 125 cm di atas permukaan
tanah. Pengukuran pada ketinggian ini diacu sebagai yang paling berkorelasi tinggi
dengan penetapan volume pohon, dan biasanya disebut dengan diameter setinggi
dada atau disingkat dengan d.b.h. Di negara dengan sistem metris, diameter setinggi
dada ditetapkan pada ketinggian 1,3 m di atas permukaan tanah. Pada lapangan
yang tidak datar, d.b.h biasanya diambil dari rata-rata yang dimana d.b.h biasanya
diambil di lereng atas.


7. Alat Pendinginan Asap dan Proses untuk Memproduksi Cuka Kayu dari Pembuatan Arang
 ( Nomor Paten : ID P0028528, Inventor : Tjutju Nurhayati, Dipl. Chem ).




http://1.bp.blogspot.com/--GaaecxbDcE/ULroz__jA5I/AAAAAAAAAFk/Ppg2Be9vfu4/s1600/cuka+kayu.jpg

Teknologi produksi cuka kayu berkualitas dari asap pembuatan arang yang dapat diaplikasikan untuk pengawet, penggumpal getah, desinfektan, serta pembasmi hama dan penyubur tanaman.

Cuka kayu (Wood Vinegar) sendiri adalah asap cair yang dihasilkan dari proses kondensasi asap dari hasil pembuatan arang melalui proses pembakaran dan pengembunan yang seluruhnya tanpa penggunaan bahan-bahan kimia sintetis yang ramah bagi lingkungan.
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan anti rayap ramah lingkungan ini adalah berbagai limbah kayu yang tidak terpakai, seperti limbah bahan bangunan, limbah gergajian dan kayu-kayu ranting yang tidak masuk klasifikasi produk kayu yang layak jual.
Proses pembuatan cuka kayu (Wood Vinegar) ini memakai metode konvensional dengan sistematika kerja mesin yang sangat sederhana dengan memakai model tungku drum (Drum kiln) dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi.
Beberapa perusahaan timber wood yang beroprasi di Kalimantan Timur, pernah mengajukan pertanyaan tentang efektifitas wood vinegar yang pernah saya buat, prospek nilai ekonomisnya jika dilepas ke pasaran, tentu saja ini berkaitan dengan kualitas penelitian saya dan semestinya harus saya jawab dengan sistematis dan hasil yang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut saya memberikan jawaban dengan parameter pengujian keefektifan cuka kayu (Wood Vinegar) yang meliputi nilai mortalitas rayap tanah Coptotermes curvignathus Holm untuk menguji toksikologis dari cuka kayu, dan penurunan berat contoh uji, dengan media kertas selulosa, dengan 5 taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 2%, 4%, 6%, dan 8%. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua kali ulangan dan uji lanjut menggunakan uji Dunnets.

8. Kompor Berbahan Bakar Biji Jarak (Eko Widaryanto Pencipta )
Nomor Permintaan Paten : P00200800190



http://2.bp.blogspot.com/-wIp6i813kFk/ULro9QrC3iI/AAAAAAAAAFs/psz8jYPah8k/s200/komporjarak.jpg

Sebuah kompor menggunakan energi biji jarak mulai dikenalkan di Kota Malang. Buah karya Eko Widaryanto dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini dapat menjadi alternatif warga untuk beralih penggunaan kompor berbahan baku minyak fosil atau gas.

Kompor diberi nama UB-16 dan UB-16-S sebagai penyempurnaan ini telah berhasil melalui ujicoba memfaatkan biji kering jarak pagar. Api kompor itu mampu menghasilkan nyala berwarna biru, dibandingkan dengan kompor yang menggunakan bahan bakar gas atau minyak tanah.

Menurut Eko dalam setiap pembakaran menggunakan biji jarak seberat 250 gram, dapat menghasilkan nyala api hingga dua jam. "Jika dihitung satu kilo jarak pagar hanya seribu rupiah, maka akan sama dengan nyala kompor selama 6 jam,"

Artinya memasak dengan kompor hasil temuan Eko ini dapat dikatakan ekonomis dan efesien dan tidak mengeluarkanbiaya mahal. Dibandingkan dengan kompor menggunakan bahan bakar minyak tanah.

Eko sendiri menjual kompor ciptaannya ini dengan hargasebesar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Dia mengaku hingga saat ini banyak pesanan datang dari luar pulau Jawa. Seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur, serta Nusa Tenggara Barat.


9. Kompor Biomass 
Nomor Permintaan Paten : S00200800121






http://2.bp.blogspot.com/-B2AtDkq2KQU/ULrpaSxtunI/AAAAAAAAAF0/h5Spxp_nJqQ/s200/kompornurhuda1.jpg

Kompor Biomass dengan sistem preheating dan regulator.
Kompor biomass
Kompor biomass hasil karya M. Nurhuda ini merupakan inovasi baru dalam teknik pembakaran dari kompor tradisional yang sering digunakan di Indonesia selama ini, yang menggunakan bahan bakar kayu dan arang. Kelemahan kompor tradisional ini, selain kayu bakar yang semakin sulit digunakan, adalah asapnya yang mengganggu dan merusak kesehatan. Dalam hasil karyanya, M. Nurhuda menggunakan bahan bakar biomass padat seperti ranting kayu, seresah daun atau juga briket yang bisa dibuat dari sampah/limbah pertanian. Dengan sistem pemanasan terlebih dahulu (preheating), keunggulan kompor ini adalah nyala api yang bagus karena udara panas bercampur dengan asap dan dibakar. Keunggulan lainnya adalah nyala api yang bisa diatur melalui regulator sehingga asap lebih sedikit dan penggunaan briket bisa lebih efisien dan ekonomis.



10. KALENDER EDUKASI: Educal Karya Mahasiswa Universitas Brawijaya 

http://2.bp.blogspot.com/-83TLzAX4vpE/ULrpkrOKhfI/AAAAAAAAAF8/XBXij8xfkGQ/s200/educal.jpg


EDUCAL atau kalender edukasi atau Health Education With Calender merupakan kalender yang menyisipkan nilai-nilai pendidikan kesehatan, seperti contohnya kesehatan ibu hamil, bayi dan balita. Komponen kalender ini hampir sama dengan kalender pada umumnya, tetapi terdapat gambar yang nantinya akan berisi informasi dan tips bagi ibu hamil pada trimester 1 sampai 3 dan tahap tumbuh kembang bayi dan balita.

Latar belakang dari pembuatan kalender edukasi ini salah satunya karena kurang tersebarnya informasi tentang kesehatan kehamilan bagi ibu hamil yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu hamil dan bayi di Indonesia. Berdasarkan hasil survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 memperlihatkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia saat ini 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sedang angka kematian bayi sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup.

Kalender edukasi  atau EDUCAL telah sukses menjadi salah satu dari 10 nominasi Inovator Bisnis Pemuda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) pada bulan Oktober 2011 lalu. Atas prestasi tersebut, Kemenpora menawarkan pemprosesan Hak Paten Intelengensi (HAKI) dan pembinaan sekaligus pendanaan pengembangan produk selama satu tahun atas kreasi produk inovatif ini.
Tahap pembuatan EDUCAL sendiri terdiri dari desain, produksi, publikasi dan pemasaran.

Di tahun 2012 ini, EDUCAL akan tampil lebih menarik dalam bentuk kalender dinding dengan desain menarik. Kalender edukasi mengambil keunggulan produk dengan menampilkan informasi yang secara khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan tumbuh kembang balita yang saat ini masih jarang ditemukan.



11. Alat penghemat BBM X POWER

http://3.bp.blogspot.com/-kNeqRcMpxx0/ULrpt-YxbnI/AAAAAAAAAGE/3awhp9dAjPc/s200/Penghemat_bbm_XP7000G.jpg

Alat penghemat BBM X POWER, Diciptakan pada tahun 1996 dan sampai saat ini sudah diproduksi lebih dari2.200.000 unit dengan pendistribusiannya hampir diseluruh pelosok Indonesia, alat ini telah terdaftar dan mempunyai Hak Paten Nomor ID-0000699-S Tentang Alat Penghemat BBM/BBG Non Katalis, Paten Design Industri Nomor ID-0010476-D dan ID-0010477-D

Pada prinsipnya alat hemat BBM ini adalah alat untuk meningkatkan kualitas BBM/BBG yang dalam mekanisme bekerjanya menggunakan “ Gelombang Active Ultra Magnetics(VORTEX)“ yang dihasilkan dari susunan beberapa komponen magnet permanen. Dengan proses tersebut, alat irit bbm ini dapat mengubah molekul BBM maupun BBG menjadi Ion bermuatan positip yang mampu menyerap Oxygeen bermuatan negatif dalam keseimbangan untuk pembakaran sempurna, sehingga dapat meningkatkan performance mesin dengan pencapaian torsi maximum pada putaran rendah dan mengurangi polusi gas buang serta dapat menghemat BBM mencapai 15 – 40 %, untuk BBG alat hemat BBM ini hemat hingga mencapai 25 – 50 %



 12. Mesin Penggoreng Hampa Tipe Horisontal Sistem Jet Air
Nomor Permintaan Paten : P00200100073


http://1.bp.blogspot.com/-gnMY5od-db0/ULrp21M4fUI/AAAAAAAAAGM/ylyQYcB6p0M/s200/mesin+vacum.jpg

Nama Inovator
:
Ir. Anang Lastriyanto, M.Si.
Institusi
:
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya
Alamat
:
Jl. Rajekwesi 11, Malang (65115)
“Mesin penggoreng vakum tipe horizontal sistem jet air”
Pada tekanan yang lebih rendah (vakum), cairan mendidih di bawah titik didih normal. Prinsip ini diaplikasikan pada mesin penggoreng vakum sehingga proses penggorengan dapat dilakukan pada kisaran suhu 80-90 derajat Celsius. Cara menggoreng dengan suhu yang lebih rendah akan menghasilkan makanan yang lebih renyah tanpa mengorbankan nutrisi yang terkandung dalam makanan.
Teknologi yang dikembangkan di Indonesia ini merupakan salah satu yang paling populer di dunia saat ini. Pompa vakum sistem jet air menggunakan prinsip Bernoulli dipilih karena mudah dan murah dalam produksi, pengoperasian dan perawatannya, selain itu mampu bekerja pada temperatur dan kelembaban yang relatif tinggi secara terus menerus. Sistem pengaturan api pembakaran dan angkat celup bahan yang digoreng juga diperbaharui untuk mengurangi kegosongan ketika menggoreng.
Perspektif :
Mengaplikasikan prinsip fisika sederhana, menghasilkan metode radikal yang efektif dan efisien, yang memungkinkan proses pengolahan hasil pertanian/ makanan secara lebih baik, sembari menjaga kualitas nutrisi dan memberikan kerenyahan yang diinginkan.
Keunggulan Inovasi :
·         Pompa vakum sistem jet air, sederhana dan mudah diproduksi.
·         Posisi tabung penggorengan yang horizontal, mencegah over-heating.
·         Desain unik mencegah kebocoran.
·         Kerusakan minyak dan bahan yang digoreng sangat kecil.
Potensi Aplikasi :
Para pengusaha pengolahan hasil pertanian/ makanan skala rumah tangga, kecil dan menengah.

13. DM PHAS (OBAT HERBAL ANTIDIABETES DARI BUNCIS)

NO. PENDAFTARAN PATEN: P00200300424


http://2.bp.blogspot.com/-gGoWPwt1Tc4/ULrldEIPwuI/AAAAAAAAADs/xk5pllZXZ_w/s200/dmphas2.jpg

Obat herbal yang sangat aman digunakan karena terbuat dari ekstrak tumbuhan tanpa bahan kimia dan bahan pengawet, sehingga dapat menjadi solusi bagi penderita diabetes di Indonesia (dengan jumlah 8,6% dari total populasi penduduk).
Inovasi
Ekstrak tumbuhan yang dapat menurunkan kadar gula darah dan memiliki kemampuan memperbaiki fungsi pankreas dalam memproduksi insulin dengan pengobatan intra pankreatik.
Dukungan RAMP Indonesia
1.             Penyempurnaan teknologi
2.             Sertifikasi Kementerian Kesehatan RI dan BPOM
3.             Pendirian badan usaha, CV. Inovasi Karya Anak Bangsa
4.             Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
5.             Pemasaran dan komersialisasi teknologi

Keunggulan dan Spesifikasi
1.             100% terbuat dari ekstrak tumbuhan
2.             Tidak mengandung bahan-bahan kimia
3.             Tanpa efek samping
4.             Harga lebih murah daripada harga obat antidiabetes yang sebagian besar masih impor.


14. Kincir Air Kaki Angsa

Nomor Paten. P00200200460



http://3.bp.blogspot.com/-jtKu6J_9BOE/ULrlepLgPlI/AAAAAAAAAD0/IErYAFD-sVY/s200/image0021.jpg

Nama Penemu :
1. DJAJUSMAN HADI, S.Sos., M. AB.
2. BUDIHARTO, S. Pd
Tahun Penemuan : 1998
Asal : Staf Universitas Negeri Malang (UM)
Kota : Malang, Jawa Timur, Indonesia
Jenis Temuan : Temuan Baru (New Invention)
Tanggal/Nomor Permintaan Paten : Tanggal 30-Juli-2002; No. P00200200460
Diumumkan oleh Kantor Paten : Tanggal 05-Februari-2004; No. 038.157 A
Penemu : Djajusman Hadi dan Budiharto

No comments:

Post a Comment