Sunday, December 16, 2012

tugas etik profesi


Visi Misi UMB

Universitas Mercu Buana


Motto Universitas Mercu Buana

UMB: UNGGUL, MUTU, DAN BERMANFAAT

Unggul
Menjadi unggul berarti menjadi yang utama, kompeten atau istimewa. Unggul dilakukan dengan cara meningkatkan adaptasi terhadap dinamika masyarakat, mampu merespon kebutuhan masyarakat dan berusaha menyelaraskan antara tantangan perubahan dengan potensi yang dimiliki sehingga berdaya secara optimal.

Menurut Paul Suparno dalam tulisannya Kompetensi Umum Lulusan Perguruan Tinggi di Masyarakat Global yang ditebitkan dalam buku berjudul Pendidikan Berbasis Kompetensi dikatakan bahwa kompetensi umum lulusan Perguruan Tinggi adalah :
1. Kompetensi berbahasa asing
2. Kompetensi dalam menggunakan teknologi informasi
3. Kompetensi yang berkaitan dengan sikap kerja, disiplin, kejujuran, ketelitian, tanggung jawab, kematangan emosi.
4. Kompetensi untuk bekerja sama dengan orang lain
5. Kompetensi mengekspresikan diri. ( Suparno, 2002; 70 ? 71)

Hal ini nampaknya sejalan dengan ide UMB bahwa UMB akan menjadikan civitas akademika dan lulusannya unggul dalam hal kemampuannya membangun jaringan kerja secara mandiri, kemampuan dalam membangun kerjasama yang saling menguntungkan, mampu menguasai teknologi informasi, mampu berkomunikasi secara internasional, menjadi pribadi etis dan yang paling unik yang dimiliki oleh UMB adalah menghasilkan profesional yang berjiwa wirausaha.

Untuk mewujudkan hal tersebut, langkah ? langkah strategis akan, sedang dan telah dilaksanakan. Langkah strategis yang telah dan masih akan berlangsung adalah membangun program studi unggulan yang diarahkan kepada bidang ilmu yang prospektif dan memiliki kekhususan. Pada tahun 2004/2005 ini, dari hasil kajian dan evaluasi kurikulum yang difasilitasi oleh Unit Pengembangan dan Kerjasama, telah dirintis program studi baru, yaitu ; Visual Communication dan Information Sistem. Kedua program studi ini merupakan program studi yang diunggulkan, karena merupakan bidang ilmu yang prospektif dan memiliki kekhususan.
Program studi Visual Communication ini merupakan Program studi baru dibawah naungan Fakultas Ilmu Komunikasi. Program studi ini memberikan wawasan, pengetahuan teoritis, konseptual dan keterampilan reka bentuk ( Visualisasi ), ilustrasi dan teknik visual. Lulusan ini dibekali dengan kemampuan penciptaan gagasan, mengembangkan konsep kreatif ke dalam bentuk visual serta eksekusinya melalui kuliah tatap muka 40 % dan praktek & laboratorium 60 %.
Sedangkan program studi Information Sistem ini nantinya menghasilkan lulusan yang berpandangan luas tentang system informasi dan teknologi, mampu mengembangkan dan mengimplementasikan system informasi berbasis teknologi informasi, meliputi aplikasi dan komunikasi data di berbagai organisasi usaha/instansi. Mahasiswa juga dibekali kemampuan analisis, pemecahan masalah maupun perancangan system informasi berbasis teknologi informasi yang sesuai dengan karakteristik organisasi/usaha. Selain itu kemampuan manajerial dan dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kuat juga diberikan, agar lulusan ini siap kerja di berbagai organisasi usaha/instansi maupun melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi (Strata 2, Strata 3 atau spesialis ).

ber- Mutu 

Pada setiap kegiatan Perguruan Tinggi, untuk menghasilkan produk bermutu maka sistem dan prosesnya harus mendapat perhatian utama. Kualitas sebuah perguruan tinggi berarti adalah kualitas keseluruhan dalam perguruan tinggi tersebut, yang mencakup manajemen dan sumber daya manusia, tujuan organisasi, kurikulum dan proses belajar mengajar, pelayanan, operasional, dan sebagainya.

Hal ? hal tersebut di atas dikelola dengan berlandaskan atribut relevansi; efisiensi; efektifitas; akuntabilitas; kreatifitas; situasi menang ? menang; performa yang terukur; empati; responsiveness; produktifitas; kemampuan akademik tinggi (Tampubolon, 2001; 122 ? 126. Langkah nyata yang sedang dirintis oleh UMB adalah mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi, merencanakan untuk meng ISO kan proses administrasi pendidikan dan menambah satu fakultas baru.

Berbicara mengenai kurikulum berbasis kompetensi sebetulnya alasan untuk mengikuti ke arah trend ini sudah dibahas di muka. Digambarkan bahwa ketidakmampuan dalam mengantisipasi ke empat proses perkembangan sosial ekonomi dapat menyebabkan kualitas lulusan perguruan tinggi akan tertinggal. Oleh karena itu di Indonesia dan juga di belahan dunia lainnya empat pilar pendidikan yaitu learn to know, learn to do, learn to be dan learn to live together dikembangkan. Ke-empat pilar pendidikan tersebutlah yang menjadi dasar konsep Pendidikan Berbasis Kompetensi (PBK). Adapun prinsip dasar terpenting dari PBK adalah menekankan pada hasil; outcomes merupakan kompetensi yang dapat diukur; evaluasi keberhasilan merupakan pengukuran penguasaan kompetensi yang telah dicapai oleh mahasiswa; relevansi lebih besar pada dunia nyata serta menekankan kepada kemampuan berfikir lebih tinggi (Soewono, 2002; 50 ? 53). 


Bermanfaat 

Seiring dengan berubahnya paradigma perguruan tinggi, harapan UMB menjadi Universitas yang bermanfaat bagi banyak orang merupakan sebuah keharusan. Jika dahulu pandangan bahwa pendidikan adalah proses linier sekarang berubah menjadi sirkuler. Proses linier beranggapan bahwa output diterima kemudian diproses (dididik) dan hasilnya adalah keluaran (lulusan), proses stop sampai di sini apa yang terjadi di masyarakat bukan lagi menjadi urusan perguruan tinggi tersebut.

UMB sangat menyadari bahwa pendidikan adalah proses sirkuler yang berarti perencanaan mutu produk dibuat berdasarkan kebutuhan pelanggan, rencana tersebut dilakukan dan dikendalikan dengan baik sehingga jasa bermutu dapat tercapai. Mahasiswa sebagai pelanggan primer puas. Lulusan diberikan informasi tentang dunia kerja dan akhirnya diterima/ bekerja di dunia kerja. Dunia kerja dan pelanggan tersier memberikan info kepada perguruan tinggi tentang perkembangan kebutuhan serta kritik tentang produk lulusannya. Sebaliknya dalam proses itu Perguruan Tinggi juga meminta dan memantau informasi dari dunia kerja. Berdasarkan semua data tersebut sebuah Perguruan Tinggi menyusun lagi rencana mutu produknya, membuat peningkatan mutu dan melaksanakannya.

Sosialisasi sederhana mengenai UMB: Unggul, ber-Mutu, Bermanfaat kiranya dapat dipahami dan bersama ? sama kita bahu membahu mewujudkannya. Semoga UMB masa depan adalah UMB yang membanggakan, sehingga jika ada yang berkata kepada kita ?.. ? ih UMB deh kamu.. ? itu berarti Unggul, ber-Mutu dan Bermanfaat bukannya Uh Malu ? maluin Bener deh kamu. Semoga ? !!


  1. Budaya kerja disiplin, jujur dan tanggung jawab
  2. Mengembangkan budaya kerja yang kreatif
  3. Mengembangkan budaya kerja yang ramah lingkungan
  4. Mengembangkan budaya kerja yang sadar nilai lokal

Visi Misi Universitas Mercu Buana


Menjadi Universitas Unggul dan terkemuka untuk menghasilkan tenaga professional yang memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat dalam persaingan global.

Misi Universitas Mercu Buana

1.      Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan menciptakan serta menerapkan keunggulan akademik untuk menghasilkan tenaga professional dan lulusan yang memenuhi standar kualitas kerja yang disyaratkan.
2.      Menerapkan manajemen pendidikan tinggi yang efektif dan efisien dan mengembangkan jaringan kerjasama dengan industri dan kemitraan yang berkelanjutan sebagai respon atas perubahan arus dan daya saing global.
3.      Mengembangkan kompetensi dan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan etika professional kepada para mahasiswa dan staf yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup.


Visi dan Misi Fasilkom Universitas Mercu Buana

FASILKOM UMB

Ilmu Komputer (Computer Sciences) adalah studi tentang komputer dan proses algoritma, yang mencakup prinsip-prinsipnya, perancangan software dan hardware, aplikasi-aplikasi serta pengaruhnya pada masyarakat.


Visi

Menjadi  Fakultas  Ilmu  Komputer  yang  unggul  dalam menghasilkan  tenaga  profesional  yang mandiri di era informasi dunia global yang memiliki kompetensi di bidang  jaringan multiakses, solusi korporasi dan industri kreatif.

Misi

Menghasilkan  lulusan  yang  profesional, mandiri  dan mampu  bersaing  di  era  informasi  dunia global. Melaksanakan  pengembangan  iptek dalam  bidang keilmuan  komputer dengan  fokus pada jaringan multiakses dan industri kreatif. Menjalin kemitraan dengan berbagai  institusi untuk peningkatan mutu pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.


Visi Misi Sistem Informasi Universitas Mercu Buana

Visi

Menjadi program studi Sistem Informasi yang mendidik dan menghasilkan sarjana yang memiliki kompetensi di bidang Analisis Sistem dan Mobile Commerce yang berdaya saing global dan berjiwa wirausaha.

Misi

Menyelenggarakan pendidikan akademik yang mengikuti perkembangan terkini untuk menghasilkan lulusan yang kompeten pada bidang Analisis Sistem dan Mobile Commerce.
Mengembangakan penelitian di bidang Sistem Informasi yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam rangka menunjang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Mengembangkan riset terapan dengan memanfaatkan kemitraan dengan industri dan keilmuan Sistem informasi dalam rangka meningkatkan produktifitas dan nilai tambah bagi masyarakat

Monday, December 3, 2012

Karya cipta yang sudah dipatenkan


1.Helm Berpendingin (Linus Nara Pradhana )
       
nomor paten S00E01100236







Surabaya- Siswa kelas 1 SMP Kristen Petra 5, Jalan HR Muhammad, Surabaya membawa pulang medali emas kompetisi IEYI (International Exhibition for Young Inventors) Thailan pada 28-30 Juni lalu. Dari enam pelajar Indonesia yang dikirim ke Thailand, pelajar bernama lengkap Linus Nara Pradhana ini sukses menyabet medali emas di kompetisi IEYI 2012 Thailand.
Dengan Gel Coated Helmet (helm berpendingin) karyanya, bocah 13 tahun itu sukses menyisihkan 206 pelajar SMP di seluruh negara, yang ikut berkompetisi. Sukses Nara meraih prestasi di kancah internasional, menjadi suatu kebanggaan khusus bagi para pengajar SMP Kristen Petra 5 Surabaya.
Dia membuat helm atau pelindung kepala dengan sistem pendingin di dalamnya. Ini membuat pengendara yang mengenakan helm tetap nyaman meski suasana sekitarnya panas terik.

Karya Linus itu kabarnya sudah dipatenkan. Harapannya, Agustus nanti, prototipe helm ini sudah jadi dan siap dipasarkan. Sebuah perusahaan helm di Surabaya tertarik mengadopsi helm berpendingin ini.
Karya Nara juga telah dipatenkan setahun lalu dengan nomor paten S00E01100236.


Helm berpendingin yang diklaim bisa menurunkan suhu panas hingga 21% itulah yang diciptakan oleh anak yang baru berusia 12 tahun asal kota Pahlawan Surabaya ini.
Penampang (wadah) bagian atas dan bawah terbuat dari bahan ABS High Impact yang biasanya dipakai bodi kit untuk mobil. Kemudian di bagian tengah diisi dengan gel Sodium Polyacrylate yang biasanya dipakai pada diapers anak-anak.Penampang atau wadah buat gel hanya diletakkan di bagian tempurung belakang helm.
Sistem kerjanya tidak terlalu rumit. Dari bahan gel Sodium Polyacrylate tadi, nantinya akan diberi air supaya gelmenjadi basah. “Pendingin atau gel tidak perlu diganti, asalkan menggunakan air dengan kualitas yang bagus sehingga mampu meminimalisir panas karena terik matahari,”

Jadi, dengan kata lain, gel bertugas menyerap air yang berfungsi untuk menetralisir panas. Keuntungannya selain tidak menimbulkan suara riak air seperti yang sebelumnya ia terapkan pada IEYI tahun lalu, volume air yang dipakai juga hanya sedikit. Sehingga tidak membuat helm jadi berat.


2. Minuman kesehatan kulit manggis
nomor ID P0028639 B





Temuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat terkait minuman kesehatan dari kulit buah manggis sudah dipatenkan Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia pada Juni 2011.

“Alhamdulillah pada Juni 2011 temuan BPTP minuman yang terbuat dari kulit Manggis sudah dipatenkan,” kata Kepala BPTP Sumbar Prama Yufdi didampingi peneliti temuan minuman kesehatan kulit manggis, Kasma Iswari, di Arosuka, Senin.

Menurut Prama Yufdi, pengajuan untuk hak paten tersebut sudah dilakukan sejak 2006, setelah penantian panjang dari Kemenkum HAM akhirnya permintaan tersebut dikabulkan dengan nomor ID P0028639 B, 30 Juni 2011.
Dikatakannya, setelah dihakpatenkan temuan itu dilisensikan kepada PT Zena Nirmala Sentosa yang berproduksi di Bogor dengan sistem royalti.
“Karena kita tidak mungkin untuk memasarkannya, makanya hak paten tersebut kita lisensikan kepada pihak PT 
Zena Nirmala Sentosa agar kemudian bisa dipasarkan untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Ditambahkannya, proses penelitian minuman yang dibuat dari bahan baku kulit buah manggis itu sudah dimulai sejak 2005 dengan melibatkan setidaknya 40 orang tenaga ahli dari BPTP Sumbar.
Menurut dia, sari kulit buah manggis memiliki kandungan xanthon (kumpulan senyawa) yang diprediksi bisa mencegeah tumbuhnya kanker, tumor.

Selain itu, dalam sari kulit Manggis itu terdapat banyak vitamin, yaitu vitamin A, semua vitamin B, kalsium, dan sebagainya.
Sementara oleh perusahaan yang memasarkan produk tersebut sari kulit buah manggis diproduksi berbentuk kapsul dan jamu.
“Informasi terakhir yang saya ketahui semua proses perizinannya sudah rampung, berkemungkinan dalam Maret 2012 sudah bisa dipasarkan,” katanya.


3. Penggunaan Zeolit Alam Sebagai Pengkaya Oksigen Untuk Menaikkan Efisiensi Pembakaran Kompor Minyak Tanah

No Paten. P00200300465






Kebutuhan minyak tanah yang semakin tinggi perlu mendapat perhatian karena cadangan minyak yang semakin terbatas. Salah satu upaya menurunkan kebutuhan minyak tanah ialah dengan menaikkan efisiensi pembakaran pada kompor minyak yang saat ini mempunyai efisiensi sangat rendah yaitu kurang dari 20%. Rendahnya efisiensi terutama akibat rendahnya konsentrasi oksigen pada udara pembakaran. Kenaikan 1% oksigen pada udara pembakaran dapat menaikkan efisiensi pembakaran sampai 2%. Teknik pengayaan oksigen te1ah dikenal di dunia teknik kimia dengan proses pressure swing adsoption (PSA). Metode itu memerlukan biaya besar sehingga sulit diaplikasikan pada teknologi kerakyatan.

Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pengaya oksigen yang dibuat dari zeolit alam dan dipasang di sekeliling tiang sumbu kompor. Zeolit alam yang telah dimodifikasi agar memiliki kation Ca, akan mengadsorbsi nitrogen dari udara pembakaran yang mengalir ke dalam kompor sehingga konsentrasi oksigen di udara pembakaran menjadi lebih tinggi dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu petukaran ion dan optimasi kondisinya untuk memasukkan Ca ke dalam zeolit alam; uji AAS dan adsorbsi se1ektif untuk menentukan kadar Ca optimum; pembuatan alat pengaya oksigen untuk kompor; optimasi dimensi lubang dan tebal alat pengaya oksigen; pembuatan prototipe alat pengaya oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pertukaran ion telah menghasilkan kadar Ca maksimum dalam zeolit sehingga sangat se1ektif terhadap adsorbsi nitrogen.

 Ca-zeolit ini selanjutnya dicetak menjadi alat pengaya oksigen. Terhadap protipe alat pengaya oksigen, dilakukan optimasi ukuran lubang yang dapat memberikan peningkatan maksimum terhadap konsentrasi oksigen. Sebuah prototipe alat pengaya oksigen telah dibuat dan diuji yang menunjukkan bahwa alat tersebut dapat meningkatkan konsentrasi oksigen sampai 2,3% dan menaikkan efisiensi pembakaran kompor minyak tanah sebesar sekitar 2%. Desain dan metode pembuatan alat pengaya oksigen telah didaftarkan ke Kantor Paten untuk mendapatkan perlindungan. 



4. Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jarak Pagar dengan Proses Esterifikasi - Transesterifikasi


(Nomor Paten : ID P0027952, Inventor: Prof.Dr.Ir.H. Sudarajat, M.Sc)


http://4.bp.blogspot.com/-c9yYxarAes8/ULrn18UoJBI/AAAAAAAAAFM/hOZC0ESnS-I/s1600/biodiesel.jpg

Proses Pembuatan Biodiesel dari Jatropha curcas
a.     Reaksi Esterifikasi
Crude Jatropha Oil  (CJO) mempunyai komponen utama berupa trigliserida dan asam lemak bebas. Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi). Penghilangan asam lemak bebas ini dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. 
Pada reaksi ini asam lemak bebas direaksikan dengan metanol menjadi biodiesel sehingga tidak mengurangi perolehan biodiesel.
Tahap ini menghasilkan Jatropa Oil (JO) yang sudah tidak mengandung asam lemak bebas, sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi.

b.     Reaksi Transesterifikasi
Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. 
Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin).
Sampai tahap ini, pembuatan biodiesel telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar yang mengurangi pemakaian solar.
Kementerian Kehutanan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kehutanan untuk pertama kalinya mempatenkan empat hasil penelitian, salahnya tentang Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jarak Pagar dengan Proses Esterifikasi - Transesterifikasi (Nomor Paten : ID P0027952, Inventor: Prof.Dr.Ir.H. Sudarajat, M.Sc).


5. Perekat Tanin untuk Produk Perkayuan 
(Nomor Paten : ID P0028142, Inventor : Prof.Dr.Drs. Adi Santoso, M.Si)




http://2.bp.blogspot.com/-dVFskOaZin4/ULroYjS-xlI/AAAAAAAAAFU/NaY7vRj2HXE/s200/lem+kayu.gif

Produk perekat tannin berbahan dasar alami kulit kayu mangium, yaitu TA 3002, TP 3041 dan TR 3051. Ketiganya diciptakan untuk menggantikan perekat sintesis berbasis phenolik dan resorsinol yang selama ini diimpor.

Prof.Dr.Ir.Bambang Subiyanto, MSc Peneliti dari LIPI mengulas “Lem kayu lapis dari limbah PULP “ dalam Siaran IPTEK VOICE,di RRI Pro 4 ,92.8 FM , Rabu 16 Juni 2010, pukul 08.30 – 09.00WIB .
Bambang Subiyanto menjelaskan bahwa kayu lapis terbuat dari kayu yang sudah diiris menjadi lembaran kemudian di lembaran demi lembaran itu direkatkan dengan lem yang biasa di masyarakat dikenal dengan Polywood, Polywood ini banyak di export ke luar negeri dan ada juga di dalam negeri biasa di pakai di industri furniture. Dalam proses produksi kayu lapis penggunaan lem perekat merupakan biaya produksi utama, dan selama ini masih menggunakan lem perekat standar .Lem perekat kayu lapis di Indonesia ada 2 jenis yaitu UF (Urea Formaldehid) dan VF (VenolFormaldehid) namun yang banyak di pakai adalah lem perekat UF (Urea Formaldehid) yang hasil dari limbah petroleum dari hasil tambak.

Ia juga mengatakan bahwa pada prinsipnya lem perekat UF (Urea Formaldehid) ini sering memancarkan emisi yaitu Gas Formalin, hal ini tidak baik untuk kesehatan oleh sebab itu lem ini harus dicampur dengan limbah kulit kayu untuk mengurangi gas formalin yang beracun tersebut.
Pohon kayu akasia (Acacia Mangium) yang ditanam di hutan industri bisa tumbuh 6 tahun sudah bisa di tebang, karena tumbuhan ini cepat tumbuh , berbeda dengan tanaman pohon jati yang sampai puluhan tahun. 

Dari limbah kulit kayu akasia (Acacia Mangium) ini dapat digunakan untuk bahan Lem perekat kayu lapis, ada beberapa keuntungan dari pemanfaatan limbah kulit kayu ini yaitu:
1.                   Dapat mengurangi emisi gas Formalindehida
2.                   Dapat meningkatkan nilai tambah dari limbah itu sendiri
3.                   Dapat menguraingi biaya produksi kayu lapis

Proses pembuatan lem perekat kayu ini yaitu limbah kulit kayu digiling sampai menjadi serbuk yang halus seperti powder kemudian lem UF ( Urea Formaldehid) yang biasanya cair dicampur dengan serbuk kayu tadi, hal ini pernah dilakukan sampai pencampuran 10-60 % dan hasilnya setelah diujikekuatan lem ini tidak berkurang , disamping dapat menekan jumlah limbah emisi gas formalin, juga dapat menekan dari biaya produksi kayu lapis.


6. Alat Ukur Diameter Pohon
( Nomor Paten : ID S0001084, Inventor : Wesman Endom, M.Sc dan Yayan Sugilar ) atau disebut alat ukur Wesyan.



http://4.bp.blogspot.com/-1yqo4qr-1i0/ULrohw27_XI/AAAAAAAAAFc/QLh9YN3VWEY/s400/ukur+kayu.png


Alat ukur Wesyan tersebut memungkinkan pengukuran pohon berdiameter besar dan berbanir di lapangan dapat dilakukan oleh satu operator dengan lebih mudah dan tingkat ketelitian terjaga.

Alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur diameter pohon misalnya pita keliling dan garpu pohon hanya praktis digunakan untuk mengukur
pohon berdiameter kecil dan tidak memiliki banir.
Alat ukur diameter pohon Wesyan berbentuk menyerupai gunting, terdiri
atas bilah pertama (10), bilah kedua (20), komponen penyatu (30) yang
menyatukan bilah pertama dan bilah kedua pada satu titik, sehingga bilah
pertama dapat digerakkan secara relatif terhadap bilah kedua atau
sebaliknya, dimana jarak antara ujung bilah pertama ke komponen penyatu
sama dengan jarak bilah kedua ke komponen penyatu.
Skala alat ukur diameter (40) yang terpasang secara tetap pada salah satu
bilah pertama atau bilah kedua, dan komponen pembaca (50) yang terpasang
pada salah satu bilah yang padanya skala ukur tidak terpasang, dimana
komponen pembaca  tersebut mempunyai lubang tembus  untuk dilalui skala
ukuran diameter.
Alat ukur diameter pohon Wesyan ini dapat dibuat dengan perhitungan sederhana,
yakni perbandingan jarak dan sudut tolak belakang. Dengan prinsip ini diameter
yang diukur akan sebanding dengan skalanya.

Dalam penetapan besarnya diameter pohon, posisi pengukuran sangat berpengaruh
terhadap hasil penghitungan pendugaan volumen pohon. Di AS, diameter pohon
berdiri diambil pada ketinggian 4,5 kaki atau setinggi 125 cm di atas permukaan
tanah. Pengukuran pada ketinggian ini diacu sebagai yang paling berkorelasi tinggi
dengan penetapan volume pohon, dan biasanya disebut dengan diameter setinggi
dada atau disingkat dengan d.b.h. Di negara dengan sistem metris, diameter setinggi
dada ditetapkan pada ketinggian 1,3 m di atas permukaan tanah. Pada lapangan
yang tidak datar, d.b.h biasanya diambil dari rata-rata yang dimana d.b.h biasanya
diambil di lereng atas.


7. Alat Pendinginan Asap dan Proses untuk Memproduksi Cuka Kayu dari Pembuatan Arang
 ( Nomor Paten : ID P0028528, Inventor : Tjutju Nurhayati, Dipl. Chem ).




http://1.bp.blogspot.com/--GaaecxbDcE/ULroz__jA5I/AAAAAAAAAFk/Ppg2Be9vfu4/s1600/cuka+kayu.jpg

Teknologi produksi cuka kayu berkualitas dari asap pembuatan arang yang dapat diaplikasikan untuk pengawet, penggumpal getah, desinfektan, serta pembasmi hama dan penyubur tanaman.

Cuka kayu (Wood Vinegar) sendiri adalah asap cair yang dihasilkan dari proses kondensasi asap dari hasil pembuatan arang melalui proses pembakaran dan pengembunan yang seluruhnya tanpa penggunaan bahan-bahan kimia sintetis yang ramah bagi lingkungan.
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan anti rayap ramah lingkungan ini adalah berbagai limbah kayu yang tidak terpakai, seperti limbah bahan bangunan, limbah gergajian dan kayu-kayu ranting yang tidak masuk klasifikasi produk kayu yang layak jual.
Proses pembuatan cuka kayu (Wood Vinegar) ini memakai metode konvensional dengan sistematika kerja mesin yang sangat sederhana dengan memakai model tungku drum (Drum kiln) dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi.
Beberapa perusahaan timber wood yang beroprasi di Kalimantan Timur, pernah mengajukan pertanyaan tentang efektifitas wood vinegar yang pernah saya buat, prospek nilai ekonomisnya jika dilepas ke pasaran, tentu saja ini berkaitan dengan kualitas penelitian saya dan semestinya harus saya jawab dengan sistematis dan hasil yang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut saya memberikan jawaban dengan parameter pengujian keefektifan cuka kayu (Wood Vinegar) yang meliputi nilai mortalitas rayap tanah Coptotermes curvignathus Holm untuk menguji toksikologis dari cuka kayu, dan penurunan berat contoh uji, dengan media kertas selulosa, dengan 5 taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 2%, 4%, 6%, dan 8%. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua kali ulangan dan uji lanjut menggunakan uji Dunnets.

8. Kompor Berbahan Bakar Biji Jarak (Eko Widaryanto Pencipta )
Nomor Permintaan Paten : P00200800190



http://2.bp.blogspot.com/-wIp6i813kFk/ULro9QrC3iI/AAAAAAAAAFs/psz8jYPah8k/s200/komporjarak.jpg

Sebuah kompor menggunakan energi biji jarak mulai dikenalkan di Kota Malang. Buah karya Eko Widaryanto dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini dapat menjadi alternatif warga untuk beralih penggunaan kompor berbahan baku minyak fosil atau gas.

Kompor diberi nama UB-16 dan UB-16-S sebagai penyempurnaan ini telah berhasil melalui ujicoba memfaatkan biji kering jarak pagar. Api kompor itu mampu menghasilkan nyala berwarna biru, dibandingkan dengan kompor yang menggunakan bahan bakar gas atau minyak tanah.

Menurut Eko dalam setiap pembakaran menggunakan biji jarak seberat 250 gram, dapat menghasilkan nyala api hingga dua jam. "Jika dihitung satu kilo jarak pagar hanya seribu rupiah, maka akan sama dengan nyala kompor selama 6 jam,"

Artinya memasak dengan kompor hasil temuan Eko ini dapat dikatakan ekonomis dan efesien dan tidak mengeluarkanbiaya mahal. Dibandingkan dengan kompor menggunakan bahan bakar minyak tanah.

Eko sendiri menjual kompor ciptaannya ini dengan hargasebesar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Dia mengaku hingga saat ini banyak pesanan datang dari luar pulau Jawa. Seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur, serta Nusa Tenggara Barat.


9. Kompor Biomass 
Nomor Permintaan Paten : S00200800121






http://2.bp.blogspot.com/-B2AtDkq2KQU/ULrpaSxtunI/AAAAAAAAAF0/h5Spxp_nJqQ/s200/kompornurhuda1.jpg

Kompor Biomass dengan sistem preheating dan regulator.
Kompor biomass
Kompor biomass hasil karya M. Nurhuda ini merupakan inovasi baru dalam teknik pembakaran dari kompor tradisional yang sering digunakan di Indonesia selama ini, yang menggunakan bahan bakar kayu dan arang. Kelemahan kompor tradisional ini, selain kayu bakar yang semakin sulit digunakan, adalah asapnya yang mengganggu dan merusak kesehatan. Dalam hasil karyanya, M. Nurhuda menggunakan bahan bakar biomass padat seperti ranting kayu, seresah daun atau juga briket yang bisa dibuat dari sampah/limbah pertanian. Dengan sistem pemanasan terlebih dahulu (preheating), keunggulan kompor ini adalah nyala api yang bagus karena udara panas bercampur dengan asap dan dibakar. Keunggulan lainnya adalah nyala api yang bisa diatur melalui regulator sehingga asap lebih sedikit dan penggunaan briket bisa lebih efisien dan ekonomis.



10. KALENDER EDUKASI: Educal Karya Mahasiswa Universitas Brawijaya 

http://2.bp.blogspot.com/-83TLzAX4vpE/ULrpkrOKhfI/AAAAAAAAAF8/XBXij8xfkGQ/s200/educal.jpg


EDUCAL atau kalender edukasi atau Health Education With Calender merupakan kalender yang menyisipkan nilai-nilai pendidikan kesehatan, seperti contohnya kesehatan ibu hamil, bayi dan balita. Komponen kalender ini hampir sama dengan kalender pada umumnya, tetapi terdapat gambar yang nantinya akan berisi informasi dan tips bagi ibu hamil pada trimester 1 sampai 3 dan tahap tumbuh kembang bayi dan balita.

Latar belakang dari pembuatan kalender edukasi ini salah satunya karena kurang tersebarnya informasi tentang kesehatan kehamilan bagi ibu hamil yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu hamil dan bayi di Indonesia. Berdasarkan hasil survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 memperlihatkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia saat ini 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sedang angka kematian bayi sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup.

Kalender edukasi  atau EDUCAL telah sukses menjadi salah satu dari 10 nominasi Inovator Bisnis Pemuda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) pada bulan Oktober 2011 lalu. Atas prestasi tersebut, Kemenpora menawarkan pemprosesan Hak Paten Intelengensi (HAKI) dan pembinaan sekaligus pendanaan pengembangan produk selama satu tahun atas kreasi produk inovatif ini.
Tahap pembuatan EDUCAL sendiri terdiri dari desain, produksi, publikasi dan pemasaran.

Di tahun 2012 ini, EDUCAL akan tampil lebih menarik dalam bentuk kalender dinding dengan desain menarik. Kalender edukasi mengambil keunggulan produk dengan menampilkan informasi yang secara khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan tumbuh kembang balita yang saat ini masih jarang ditemukan.



11. Alat penghemat BBM X POWER

http://3.bp.blogspot.com/-kNeqRcMpxx0/ULrpt-YxbnI/AAAAAAAAAGE/3awhp9dAjPc/s200/Penghemat_bbm_XP7000G.jpg

Alat penghemat BBM X POWER, Diciptakan pada tahun 1996 dan sampai saat ini sudah diproduksi lebih dari2.200.000 unit dengan pendistribusiannya hampir diseluruh pelosok Indonesia, alat ini telah terdaftar dan mempunyai Hak Paten Nomor ID-0000699-S Tentang Alat Penghemat BBM/BBG Non Katalis, Paten Design Industri Nomor ID-0010476-D dan ID-0010477-D

Pada prinsipnya alat hemat BBM ini adalah alat untuk meningkatkan kualitas BBM/BBG yang dalam mekanisme bekerjanya menggunakan “ Gelombang Active Ultra Magnetics(VORTEX)“ yang dihasilkan dari susunan beberapa komponen magnet permanen. Dengan proses tersebut, alat irit bbm ini dapat mengubah molekul BBM maupun BBG menjadi Ion bermuatan positip yang mampu menyerap Oxygeen bermuatan negatif dalam keseimbangan untuk pembakaran sempurna, sehingga dapat meningkatkan performance mesin dengan pencapaian torsi maximum pada putaran rendah dan mengurangi polusi gas buang serta dapat menghemat BBM mencapai 15 – 40 %, untuk BBG alat hemat BBM ini hemat hingga mencapai 25 – 50 %



 12. Mesin Penggoreng Hampa Tipe Horisontal Sistem Jet Air
Nomor Permintaan Paten : P00200100073


http://1.bp.blogspot.com/-gnMY5od-db0/ULrp21M4fUI/AAAAAAAAAGM/ylyQYcB6p0M/s200/mesin+vacum.jpg

Nama Inovator
:
Ir. Anang Lastriyanto, M.Si.
Institusi
:
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya
Alamat
:
Jl. Rajekwesi 11, Malang (65115)
“Mesin penggoreng vakum tipe horizontal sistem jet air”
Pada tekanan yang lebih rendah (vakum), cairan mendidih di bawah titik didih normal. Prinsip ini diaplikasikan pada mesin penggoreng vakum sehingga proses penggorengan dapat dilakukan pada kisaran suhu 80-90 derajat Celsius. Cara menggoreng dengan suhu yang lebih rendah akan menghasilkan makanan yang lebih renyah tanpa mengorbankan nutrisi yang terkandung dalam makanan.
Teknologi yang dikembangkan di Indonesia ini merupakan salah satu yang paling populer di dunia saat ini. Pompa vakum sistem jet air menggunakan prinsip Bernoulli dipilih karena mudah dan murah dalam produksi, pengoperasian dan perawatannya, selain itu mampu bekerja pada temperatur dan kelembaban yang relatif tinggi secara terus menerus. Sistem pengaturan api pembakaran dan angkat celup bahan yang digoreng juga diperbaharui untuk mengurangi kegosongan ketika menggoreng.
Perspektif :
Mengaplikasikan prinsip fisika sederhana, menghasilkan metode radikal yang efektif dan efisien, yang memungkinkan proses pengolahan hasil pertanian/ makanan secara lebih baik, sembari menjaga kualitas nutrisi dan memberikan kerenyahan yang diinginkan.
Keunggulan Inovasi :
·         Pompa vakum sistem jet air, sederhana dan mudah diproduksi.
·         Posisi tabung penggorengan yang horizontal, mencegah over-heating.
·         Desain unik mencegah kebocoran.
·         Kerusakan minyak dan bahan yang digoreng sangat kecil.
Potensi Aplikasi :
Para pengusaha pengolahan hasil pertanian/ makanan skala rumah tangga, kecil dan menengah.

13. DM PHAS (OBAT HERBAL ANTIDIABETES DARI BUNCIS)

NO. PENDAFTARAN PATEN: P00200300424


http://2.bp.blogspot.com/-gGoWPwt1Tc4/ULrldEIPwuI/AAAAAAAAADs/xk5pllZXZ_w/s200/dmphas2.jpg

Obat herbal yang sangat aman digunakan karena terbuat dari ekstrak tumbuhan tanpa bahan kimia dan bahan pengawet, sehingga dapat menjadi solusi bagi penderita diabetes di Indonesia (dengan jumlah 8,6% dari total populasi penduduk).
Inovasi
Ekstrak tumbuhan yang dapat menurunkan kadar gula darah dan memiliki kemampuan memperbaiki fungsi pankreas dalam memproduksi insulin dengan pengobatan intra pankreatik.
Dukungan RAMP Indonesia
1.             Penyempurnaan teknologi
2.             Sertifikasi Kementerian Kesehatan RI dan BPOM
3.             Pendirian badan usaha, CV. Inovasi Karya Anak Bangsa
4.             Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
5.             Pemasaran dan komersialisasi teknologi

Keunggulan dan Spesifikasi
1.             100% terbuat dari ekstrak tumbuhan
2.             Tidak mengandung bahan-bahan kimia
3.             Tanpa efek samping
4.             Harga lebih murah daripada harga obat antidiabetes yang sebagian besar masih impor.


14. Kincir Air Kaki Angsa

Nomor Paten. P00200200460



http://3.bp.blogspot.com/-jtKu6J_9BOE/ULrlepLgPlI/AAAAAAAAAD0/IErYAFD-sVY/s200/image0021.jpg

Nama Penemu :
1. DJAJUSMAN HADI, S.Sos., M. AB.
2. BUDIHARTO, S. Pd
Tahun Penemuan : 1998
Asal : Staf Universitas Negeri Malang (UM)
Kota : Malang, Jawa Timur, Indonesia
Jenis Temuan : Temuan Baru (New Invention)
Tanggal/Nomor Permintaan Paten : Tanggal 30-Juli-2002; No. P00200200460
Diumumkan oleh Kantor Paten : Tanggal 05-Februari-2004; No. 038.157 A
Penemu : Djajusman Hadi dan Budiharto

Karya cipta yang belum dipatenkan


1. Motif Batik yang belum dipatenkan



Potensi industri batik di Jawa Timur cukup menjanjikan. Hampir di 38 kota atau kabupaten di Jatim memiliki produk batik masing-masing salah satunya batik madura. Sayangnya, separo motif batik Jatim belum dipatenkan. Itu diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim Nina Soekarwo.
“Perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) motif batik ini sangat penting. Selain bisa meningkatkan daya saing juga diharapkan tidak akan ada lagi klaim kepemilikan motif batik ” ujarnya saat ditemui di acara pembukaan gerai Paradise Batik di Surabaya kemarin.
Dia mengungkapkan potensi industri batik dan tenun Jatim menurut Nina cukup besar, berkisar 9.824 unit yang tersebar di Jatim. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak berkisar 29.571 orang

Nina menambahkan, di Jatim terdapat sekitar 1.120 motif batik dari 38 kota atau kabupaten. Namun hanya 560 motif batik saja yang mau dipatenkan. Separonya tidak.. Sehingga di dalam produknya tidak mencantumkan label made in Indonesia. Padahal pemasarannya telah sampai Malaysia dan Singapura. “Tentu, hal ini sangat merugikan,” katanya.
Beberapa kota yang telah mematenkan motif batik adalah batik Surabaya , batik Pamekasan , dan batik Jombang. Berbagai strategi diupayakan untuk mendorong kesadaran perajin batik mematenkan motif batik tersebut. Misalnya melalui pendekatan yang dilakukan oleh Dekranasda kota atau kabupaten ke perajin batik.
Ia menceritakan, di Tulungagung ada satu perajin batik yang enggan memberikan label made in Indonesia di produknya. Padahal produk ini telah masuk pasar ekspor. Perajin batik itu beralasan, telah ada kesepakatan dengan pembeli di Malaysia.
“Tentu ini tidak benar. Dekranas pusat mengetahui hal ini, dan mengancam akan dicabut penghargaan Upakartinya,” katanya.


2.  Aplikasi Lacak Korupsi Via SMS


Ke depan, tindakan korupsi di pemerintahan bisa diketahui hanya dengan pesan singkat (SMS). Itu setelah Mohammad Faid (22), yang menjadi bintang dalam wisuda Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, berhasil menciptakan aplikasi SMS Gateway.

Aplikasi tersebut diciptakan dengan program Phyton dengan Windows XP atau Windows Seven dan sementara ini digunakan pesantren, untuk memantau para santri.

Melalui perangkat modem, aplikasi itu bisa mengirim SMS secara otomatis kepada wali santri tentang perilaku anaknya selama di pesantren, dengan dibantu petugas operator yang memasukkan data.

"Misalnya, si santri sedang ke luar pesantren tanpa izin, maka aplikasi itu secara otomatis mengirim SMS kepada walisantri bahwa anaknya melanggar peraturan pesantren. Aplikasi ini bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih besar sesuai kebutuhan," ujar Mohammad Faid, yang mengalami kekurangan pada dua kakinya, Senin (15/10/2012).

Ketua Ikatan Alumni STT Nurul Jadid yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo, Abdul Aziz berencana menarik aplikasi itu ke dalam pemerintahan. Dengan SMS Gateway, institusi pengawas atau lembaga yang berwenang mengawasi penggunaan APBD, seperti BPK, polisi, jaksa, dewan, LSM dan wartawan. Mereka bisa leluasa mengontrol dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

"Aplikasinya juga mudah, karena tinggal mengoneksi semua data dengan data database, lalu dikoneksikan ke modem. Aplikasi itu akan langsung melaporkan pengeluaran APBD. Bila terjadi penyimpangan, maka SMS langsung terkirim. Jadi, tindakan korupsi sekecil apapun bisa dilacak hanya dengan SMS. Nota dinas keuangan juga menjadi bahan untuk mendukung SMS Gateway," 


3. Telepon Bergerak Berbasis Satelit
( ADI RAHMAN ADIWOSO )



Berbekal keahliannya di bidang telekomunikasi satelit, ia menghasilkan teknologi sekaligus produk baru yang belum ada di pasaran dunia. Inovasi Adi memungkinkan komunikasi lewat telepon genggam bisa dilakukan di mana saja. Ketika jaringan kabel belum menjangkau dan telepon seluler konvensional kehilangan sinyal, sistem telekomunikasi temuannya tetap “on”.
Cara kerja telepon ini sangat bergantung pada Garuda 1, yang dikendalikan fasilitas pengontrol satelit di pulau Batam. Di situ juga dibangun pusat kendali jaringan (network control center – NCC), yakni pengatur arus percakapan dengan panel pengaturnya. Garuda 1 mampu melayani 22.000 pembicaraan pada saat bersamaan. Selain itu, dibangun pula sebuah pintu gerbang (gateway) yang berfungsi sebagai operator lokal. Dengan Byru, pelanggan bisa menghubungi sesama telepon satelit, ke telepon GSM serta ke telepon rumah. Tiap permintaan sambungan akan dilakukan melalui satelit. Permintaan itu dianalisis oleh NCC Batam, untuk menentukan identitas penelepon dan menentukan gateway mana yang cocok dengan tujuan panggilan. Setelah itu, permintaan sambungan akan diteruskan ke telepon tujuan. Pembicaraan pun berlangsung. Semua proses itu berjalan sangat cepat, hanya dalam hitungan detik.

4. REAKTOR BIOGAS ( Andrias Wiji Setio Pamuji )




Reaktor biogas adalah alat pembangkit gas yang dibuat dari kotoran ternak, penemunya adalah Andrias Wiji Setio Pamudji. Seorang lelaki yang berasal dari Desa Ngerendeng, kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Penemuan ini bermula kala ia masih kuliah di tingkat III di Jurusan Teknik Kimia Departemen Teknik Industri Institut Teknologi Bandung sekitar tahun 2000-an. Waktu itu ia meriset pembikinan reaktor biogas yang sederhana. Tapi dari yang sederhana inilah muncul sesuatu yang bisa dijadikan gas. Sebab sudah mengetahuinya, maka keingintahuannya semakin menggebu.

Kotoran ternak yang diperoleh dari tempat peternakan di masukkan kedalam jerigen berukuran lima meter kemudian ditutup dan tidak dicampur apapun. Setelah itu akan terjadi fermentasi alami yang kemudian kotoran ternak tersebut berubah menjadi gas.
Sebulan kemudian tutup jerigen dibuka dan lubang jerigen segera di beri plastik, kemudian Andreas menyoblos plasik tersebut dengan benda tajam dan keluarlah gas. Walhasil ketika disulut korek api langsung terbakar. Demi menyempurnakan karyanya ia membentuk reaktor dan penampung gas yang murah, kuat dan berkapasitas cukup apabila digunakan untuk keperluan rumah tangga.

Jerih payah Andrias terbayar tunai ketika ia membuat reaktor dari plastik dengan ketebalan 250 mikron serta menciptakan kompor untuk jenis gas metana. Kenapa yang dipilih sebagai penampungnya itu plastik dan bukan lainnya? Karena gas yang dihasilkan belum mampu dikemas dalam tabung. Gas kotoran sapi adalah jenis metana (CH4). Sementara gas yang dikemas dalam tabung merupakan gas yang bisa dicairkan, yang berasal dari butana (C4H10) dan pentana (C5H12).

Apabila gas bisa dicairkan, maka jumlah volume yang bisa ditampung jadi lebih banyak. Sayangnya metana belum bisa demikian. Temuan Andrias baru dipasarkannya tiga tahun kemudian, yaitu pada 9 April 2005. Padahal dua tahun sejak ditekuni, yaitu tahun 2002, karyanya pernah memenangkan lomba kreativitas mahasiswa yang diadakan Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.



5. Pemacu Produktifitas dan Kualitas Udang dan Ikan ( Arief Mulyana Djumra )



Melihat tren dalam upaya menggenjot hasil produksi pertanian, Arief Mulyana Djumra, 42 tahun, alumnus Teknik Kimia Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya ini prihatin dengan peredaran produk-produk kimia yang digunakan sudah di ambang batas. “Kalau dibiarkan, akan berdampak negatif. Terutama untuk keseimbangan lingkungan maupun kesehatan”, kata Arief.

Keprihatinannya kemudian diwujudkan dengan membuat sebuah formulasi. Bentuknya berupa aktivator hayati untuk tambak udang dan ikan. Temuan yang digagas bersama rekan kerjanya ini dinamakan Mikrobial Plus. Yakni, sebuah teknologi berkonsep pengkayaan nutrisi, yang bermanfaat dalam meningkatkan produktifitas dan kualitas tambak. “Manfaat utamanya adalah untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas lingkungan tambak”, jelas Arif.
Ahli kimia ini memang tergolong orang yang tidak mau tinggal diam kalau melihat kerusakan ekosistem akibat pemakaian bahan kimia berlebihan. Berdasarkan pengalamannya melanglang buana sebagai konsultan lingkungan untuk sejumlah perusahaan, membuat Arief dan rekan-rekannya bertindak. Dan teknologi bernama Mikrobial Plus itulah hasilnya.
“Aktivator ini adalah hasil penelitian bioteknologi terapan yang memadukan konsep effective microorganism technology dari Jepang dan pengkayaan nutrisi”, terangnya. Adapun mikroba yang digunakan dipilih dari spesies unggul jasad renik daerah tropis tanpa campuran bahan kimia dan hasil rekayasa genetika. Inilah yang menjadi jaminan 100% akan aman bagi lingkungan. Tentu saja dengan kegunaan utama untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas hasil udang dan ikan.

Menurut Arief, jasad renik ini murni dibikin di Indonesia. Pasalnya, negri ini memiliki cadangan bahan yang melimpah ruah, di samping bebas dari unsur rekayasa genetika seperti yang biasa dipraktikkan negara lain. “Jadi jelas beda kan?” tambah arek Suroboyo ini.
Dalam memasyarakatkan produk ini, PT. Era Mandiri Lestari sebagai produsen menunjuk CV. Azka Gemilang. “Sasaran yang ditembak adalah lokasi-lokasi yang potensial menghasilkan udang dan ikan”, ujar Diah Sari, direksi CV. Azkia Gemilang.

Lokasi lahan untuk percontohan antara lain di daerah Dipasena (Lampung), Demak (Jawa Tengah) dan Karawang (Jawa Barat). Terbukti, uji coba itu memang terasa “khasiatnya”. Di daerah Cibuaya, Karawang misalnya. Hanya dalam waktu 65 hari, udang bisa mencapai size 30 (artinya 30 ekor  per kilo). Padahal, umumnya membutuhkan sedikitnya 90 hari lebih.

Manfaat lainnya, bisa digunakan untuk mengatasi penyakit klasik udang, yakni stres. “Jangankan sebelum udang mengalami stres, pada waktu stres pun bisa sembuh dengan Mikrobial Plus ini”, jelas Arief yang juga Direktur PT. Era Mandiri Lestari berpromosi. Setiap produk, apalagi yang berhubungan dengan kelangsungan dan kualitas makhluk hidup, pasti ada efek sampingnya. Kendati kemungkinannya kecil, pada udang pun demikian. Hal inilah yang dihindari oleh Arief. “Alhamdulillah, dalam setahun ini tidak ada sedikit pun yang mengeluh sampai ke telinga kami”, tegasnya.
Salah satu kunci teknologi ini ialah penerapannya yang lebih mengarah pada keseimbangan lingkungan. Tanpa sedikit pun  membuat kerusakan di kemudian hari. (Setyo Nuryanto)



6.  Klip Penambat Bantalan Kereta Api dengan Dua Gigi ( Budi Noviantoro )



Budi Noviantoro, lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 17 November 1960. Menamatkan sarjananya di ITS Surabaya dan UIN Bandung. Sebelum di temukan KA Klip, rel kereta api di Indonesia memakai penambat khusus. Contohnya untuk rel ukuran R33, penambat relnya tidak dapat memakai penambat bermerk Padrol atau DE Clip karena longgar. Ditambah alat ini harus diimpor atau minimal di rakit sendiri ditanah air tapi harus membayar royalti kepada pemilik paten. 

Klip bantalan kereta api dengan dua gigi yang ditemukan oleh Budi bernama KA Klip atau lebih dikenal dengan sebutan penambat rel (fastener) ini lebih sesuai dengan karateristik kereta api di Indonesia.

Jika memakai KA Klip yang sudah diuji bertahun-tahun di lapangan sebelum diakui dan mendapat paten, PT KA tidak perlu repot mengimpor, yang berarti sama halnya dengan menghemat bea impor. Klip rek kereta api temuan Budi hebatnya bisa digunakan di rel berukuran berapapun baik R33, R42 maupun R54.

Meski Budi telah menemukan KA Klip, ia tidak mematenkan temuannya. Sebab penambat rel itu kemudian dipatenkan oleh PJKA. Alasannya sedari awal, ia memang menyerhkan temuannya langsung ke PJKA untuk dimanfaatkan. Disampi ng itu Budi memang tidak berkerja sendiri, ada PT Pindad yang memefasilitasinya mengolah penelitian, pengembangan , lantas memproduksi. Tetapi apapun itu, namanya patut kita catatkan pada sejarah penemu Klip Bantalan Kereta Api dengan Gua Gigi Indonesia.

7.        Bunga Sukun Pembasmi Nyamuk Alami dan Murah ( EDDYMAN, INTAN ELFARINI & KANAKA SUNDHORO )



Eddyman Kharma, Intan Elfarini dan Kanaka Sundhoro, pelajar SMA Taruna Nusantara, berupaya menawarkan cara membasmi nyamuk dengan murah, alami dan efektif. Temuan itu bukan serta-merta datang begitu saja, namun telah melewati penelitian ilmiah yang rumit dan panjang. Karena itulah, setelah dilombakan dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), karya ilmiah berjudul “Eksplorasi Bunga Sukun sebagai Pengganti Isi Ulang (Refill) Obat Nyamuk Elektrik” itu menyabet juara pertama.
  
Dalam penelitian ilmiahnya, ketiga pelajar SMA itu membandingkan keefektifan objek penelitian mereka dengan salah satu obat antinyamuk elektrik ternama. Setelah melalui uji laboratorium, kata Eddyman, obat antinyamuk temuannya justru lebih efektif dan lebih tahan lama ketimbang obat antinyamuk elektrik pembanding.

“Hasil penelitian kami menyebutkan bahwa bunga sukun dapat digunakan sebagai penolak nyamuk, sekaligus bisa membunuhnya. Setelah dibandingkan dengan obat nyamuk elektrik, temuan kami lebih efektif dan tahan lama, dan tentunya lebih ekonomis”, kata Eddyman menjelang pemaparan karya ilmiahnya di muka dewan juri, awal Desember lalu.

Dalam presentasi penelitian itu di kampus LIPI, Eddyman dan teman-temannya mengemukakan bahwa sukun memiliki banyak kegunaan, namun saat ini kebanyakan orang masih memanfaatkan sukun sebatas pada konsumsi buahnya sebagai sumber gizi dan pengobatan penyakit jantung, penyakit kulit, diare, diabetes, sakit kepala, sakit gigi, herpes, hipertensi, kelainan tulang dan sembelit.

“Setelah melewati uji pustaka, diketahui bahwa bunga sukun mengandung zat kimia yang diperkirakan bisa mengusir bahkan membunuh serangga, namun aman bagi manusia”, kata Eddyman di depan juri.



8. Lagu Lir ilir




Lirik lagu :
Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo Tak sengguh penganten anyar
Cah angon-cah angon Penekna blimbing kuwi Lunyu-lunyu penekna Kanggo mbasuh dodotira
Dodotira-dodotira Kumitir bedah ing pinggir Dondomana jlumatana Kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane Yo suraka.......aaa Surak hiya

Karya ini berada pada domain publik di Indonesia karena merupakan hasil rapat terbuka lembaga negara, peraturan perundang-undangan, pidato kenegaraan atau pidato pejabat pemerintah, putusan pengadilan atau penetapan hakim, atau keputusan badan arbitrase atau keputusan badan sejenis lainnya. Karya ini tidak memiliki hak cipta. (Pasal 13 UU No. 19 Tahun 2002)
Karena merupakan dokumen resmi pemerintahan, karya ini juga berada pada domain publik di Amerika Serikat.
Lir-Ilir, Lagu Sunan Kalijogo yang Belum Dipatenkan

SOLO- Kasultanan Keraton Pajang, Solo, Jawa Tengah, meminta kepada Kementerian Kebudayaan untuk mematenkan semua kebudayaan islam, terutama lagu-lagu syiar agama yang diciptakan para Wali Songo. Salah satunya lagu Lir- ilir yang diciptakan Sunan Kalijogo.

Temenggung Kasultanan Keraton Pajang, Solo, Jawa Tengah, Agung Santoso, mengatakan, langkah mematenkan syair lagu Lir- ilir ditujukan agar karya cipta Sunan Kalijago tidak di klaim negeri Jiran, Malaysia, seperti yang pernah terjadi di kebudayaan asli Indonesia lainnya.




( Tes Kit untuk Diagnisa Infeksi Helicobacter Pylori )



                 
Penyakit maag selain disebabkan oleh kesalahan pola makan dapat pula diakibatkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Metoda yang selama ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan bakteri dalam lambung tersebut adalah dengan teknik endoskopi yang memerlukan biaya mahal.
Inovasi
Rapid Test Kit yang didesain untuk mendeteksi keberadaan Helicobacter pylori dalam lambung penderita sakit maag, dengan hasil cepat dan akurat.

Dukungan RAMP Indonesia
1.       Penyempurnaan teknologi
2.       Sertifikasi Kementerian Kesehatan RI
3.       Pendirian badan usaha, PT. Bioramp Diagnostika
4.       Penyediaan laboratorium dan peralatan produksi
5.       Pemasaran dan komersialisasi teknologi

Keunggulan dan Spesifikasi
1.       Lebih akurat untuk orang Indonesia karena menggunakan antigen lokal
2.       Harga lebih murah dibandingkan produk impor sejenis
3.       Penggunaan mudah dengan peralatan sederhana (dapat digunakan oleh dokter Puskesmas dan RSUD)
4.       Hasil cepat dan akurat (15 menit)
5.       Kemasan kompak dan tahan lama



10.                 C-Dry, Pengering Cabe Efisien Karya ITS




JAKARTA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya seakan tidak kehabisan ide untuk menelurkan inovasi. Teranyar, empat mahasiswa ITS berhasil mendesain sebuah alat pengering cabai segar yang dijuluki Chili Dryer (C-Dry) yang menigkatkan pendapatan petani cabai di Kota Batu serta mengantarkan mereka lolos Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) XXV di Yogyakarta. 

 Adalah Rizky Fitria Fauzy, Suhartono, Yuandhika Adhi W, dan Zulvah. Ketua PKMT C-Dry Rizky menjelaskan, inisiatif pembuatan PKMT ini muncul dari Tugas Akhir (TA) yang tengah dikerjakan. Mereka pun melakukan survei ke Batu, Malang, yang notabene merupakan salah satu daerah penghasil cabai terbesar di Jawa Timur. ''Di sana sudah ada alat pengering cabai, namun hasilnya masih kurang optimal,'' papar Rizky, seperti dilansir dari ITS Online, Jumat (29/6/2012). 

''C-Dry cukup dengan sumber energi listrik saja,'' kata Zulvah. Modifikasi lainnya terletak pada bentuk fisik alat pengering. Sebelumnya, bentuknya yang memanjang horizontal dianggap terlalu banyak memakan tempat. Sehingga, diubah menjadi bentuk yang vertikal ke atas dengan alas berbentuk V. ''Hal ini kami lakukan agar udara panas dapat segera bergerak ke atas,'' beber mahasiswa Jurusan Teknik Industri tersebut. Pada sisi atap C-Dry sendiri, ditambahkan cerobong asap yang langsung berhubungan dengan sisi bawah. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi energi panas yang terbuang. Sehingga terjadi sirkulasi udara panas dengan ukuran suhu tetap. Zulvah menambahkan, untuk sekali produksi, C-Dry dapat mengeringkan 18 kg cabai segar dalam waktu maksimal lima jam.

 ''Pada uji coba pertama, C-Dry dapat mengeringkan cabai dalam waktu empat jam,'' tukas Zulvan. Namun, layaknya prototype PKMT lainnya, C-Dry juga memiliki kekurangan di beberapa bagian. Yuandhika menyebut, meskipun hanya menggunakan satu sumber energi, daya yang dibutuhkan masih cukup besar. "Untuk sekali beroperasi, dapat memakan daya listrik 1.750 watt,"



11.                 Siswa SMAN 3 Semarang Ubah Asap Rokok Jadi Oksigen





SEMARANG - Pelajar Indonesia kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Dua siswa SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah, Zihrama Afdi dan Hermawan Maulana, mengharumkan nama bangsa dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand, 28–30 Juni 2012. Mereka menyabet medali emas melalui alat yang mereka ciptakan, Thunder Box (T-Box), yang berfungsi untuk mengurai asap rokok. 
Melalui alat tersebut, kandungan-kandungan atau zat berbahaya dalam asap rokok dapat direduksi. Alat ini dapat difungsikan di ruang khusus untuk merokok (smoking room). Zihrama Afdi menuturkan, T-Box mampu menyerap gas karbondioksida (CO2) yang ada pada smoking room, kemudian menguraikannya menjadi karbon dan oksigen. Dari hasil penguraian tersebut, untuk karbonnya dapat dimanfaatkan lagi, sedangkan oksigen yang dihasilkan dapat dialirkan kembali ke dalam smoking room. "Sehingga dapat membuat udara di dalam ruangan tetap segar,' ujarnya di Semarang kemarin. Ide pembuatan T-Box diperoleh dari pengamatan sederhana. Kedua siswa tersebut melihat banyak perokok yang enggan menggunakan smoking room, tetapi lebih memilih merokok di tempat umum. Dari pengamatan diketahui, para perokok tidak memanfaatkan smoking room lantaran kondisi ruangan itu yang kurang nyaman. Selain sempit, asap rokok di dalam smoking room yang tidak terurai membuat ruangan itu penuh asap.




12.                 Mahasiswa UGM Sulap Ikon Halloween Jadi Obat Diabet



JAKARTA – Siapa sangka labu parang yang biasa digunakan untuk membuat kolak atau sebagai hiasan bagi tradisi Halloween, ternyata dapat digunakan sebagai obat diabetes mellitus tipe dua?
Muhammad Rijki, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menemukan kandungan senyawa saponin dan flavanoid yang terdapat dalam tumbuhan bernama latin Cucurbita moschata L ini dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki sel beta pankreas untuk menghasilkan insulin kembali.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Rijki, kandungan saponin secara signifikan dapat menurunkan glukosa darah meskipun percobaan ini baru dilakukan terhadap tikus. Semakin tinggi dosis saponin akan secara signifikan menurunkan kadar glukosa.
Menurut pemuda asal Sukabumi ini, untuk mengobati penyakit diabetes pada manusia, dibutuhkan 400-800 gram labu parang yang telah diekstrasi untuk dikonsumsi tiap hari. Namun, untuk lebih mudah, dia menyarankan agar mengkonsumsi labu parang dalam bentuk jus. “Saponin larut dalam air. Jika dimasak, maka kadar saponin akan berkurang,” katanya seperti dikutip dari situs UGM, Senin (11/7/2011).
Anak kelima dari delapan bersaudara ini mengaku mendapat insiprasi untuk memanfaatkan labu parang ketika sedang berlibur di kampung halamannya, Desa Caringin, Sukabumi, Jawa Barat. Di sana banyak petani yang membudidayakan labu parang sehingga dia tertarik untuk mencari khasiat lain dari labu parang.
“Tapi, sekarang di desa saya sudah jarang yang menanam labu parang. Semoga dengan temuan ini produksi labu parang semakin bertambah,” ujar mahasiswa semester delapan ini.
Berkat penemuannya tersebut, Rijki memperoleh penghargaan Alltech Young Scientist Award dari PT Alltech Biotechnology Indonesia.

13.                 Alat Terapi Otot Dari ITS


Seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Eka Adi Saputra, membuat sebuah alat stimulasi otot yang praktis digunakan. Dia menamakan temuannya, Functional Electrical Stimulation System (FESS). FESS pun dapat menjadi alat terapi alternatif bagi para penderita stroke.
Mahasiswa Teknik Elektro ini menjelaskan, FESS bisa juga dikatakan berfungsi sebagai stimulus eksternal pengganti sinyal otak. Sebab, penderita stroke biasanya bermasalah dengan saraf-saraf tubuhnya. "Perintah dari otak untuk menggerakkan otot pun tidak tersampaikan. Akibatnya, otot menjadi tidak dapat digerakkan,” ujar Eka seperti dikutip dari situs ITS, Kamis (3/3/2011).
FESS dilengkapi dengan sebuah pengendali otomatis, Adaptive Neuro Fuzzy Inferenrence Sistem (ANFIS), yang berfungsi mengontrol seberapa cepat gerakan yang akan dilakukan otot. "Mikrokontroller ANFIS menangkap sensor sudut knee joint. Secara otomatis, proses tersebut memberikan sinyal sesuai kebutuhan pasien," kata mahasiswa angkatan 2006 ini.
Pria penyuka olahraga futsal itu memaparkan, FESS dioperasikan dengan menempelkan elektroda yang berfungsi sebagai konduktor ke kaki penderita stroke. "Elektroda itu kemudian menstimulasi otot untuk bergerak," tuturnya. Eka mengingatkan, penggunaan FESS maksimal hanya 30 menit. "Hal tersebut bertujuan agar otot tidak berkontraksi melebihi batas kemampuannya," mahasiswa asli Banyuwangi tersebut menambahkan.



14.                                    Limbah Kertas Jadi Bata



Para peneliti dari ITS tak pernah lelah berinovasi dan memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya, seperti yang baru dilakukan oleh dosen Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini. Bangunan Berdinding Bahan Bubur Kertas yang Tahan Gempa, begitulah judul penelitiannya.
Kertas apapun yang tidak terpakai atau rusak, sangat dianjurkan untuk dimanfaatkan menjadi bata. Melimpahnya limbah kertas di perkotaanlah penyebab utama Totok melakukan eksperimen ini. Limbah kertas yang ada di Jurusan tempat ia mengajar pun ia jadikan sebagai bahan baku pembuatan bata.
“Saya melakukan percobaan tersebut di laboratorium yang ia ciptakan sendiri di belakang rumah,” aku Totok. Cara pembuatannya yaitu menghancurkan limbah kertas tersebut, kemudian dicampur dengan semen, dan dipress, kemudian dicetak. Dalam sehari, ia bisa memproduksi satu buah bata. Totok juga menyampaikan bahwa keunggulan dari penggunaan limbah kertas yang diolah menjadi ‘bubur’ ini adalah lebih ringan, serta bila terkena gempa dan roboh tidak terlalu keras seperti bata biasa.




SURABAYA - Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya membuat penemuan yang ramah lingkungan.
Para mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil ITS ini menggunakan bahan limbah tangkapan laut yaitu kulit kerang laut, menjadi bahan konsentrat bahari bangunan.
Menurut para mahasiwa, Deni Erfianto, Prayogi, dan Helda, kerang dimanfaatkan untuk membuat Porous Concrete, semacam con block (bahan bangunan yang digunakan untuk perkerasan) yang digunakan sebagai lantai parket atau taman.
“Con blok itu memiliki fungsi hijau, yakni air bisa meresap ke dalam tanah sehingga tidak menyebabkan banjir. Sisi ekonomisnya adalah memanfaatkan barang yang terbuang,” ujar Deni, yang sedang menjalani semester enam.
Porous Concrete memiliki kekuatan 18 mpa. Kini, Deni dan kawan-kawan tengah berupaya menambah kekuatan hingga 20 mpa.
"Kekuatan itu sudah cukup jika dilintasi kendaraan roda empat," ujar Deni
Lantas, kenapa memilih kulit kerang?